5 Langkah Hadapi Anak Pra Remaja

Usia pra remaja terkadang tanpa disadari menjadi masa yang begitu menguji orang tua. Pada usia 9 hingga 11 tahun anak akan cenderung lebih bebas mengungkapkan emosinya. Seperti berteriak, membanting perabot rumah, atau marah pada hal yang tidak jelas.
Suasana hati pada anak usia pra remaja tentunya berubah-ubah. Hal ini juga dipengaruhi hormon yang berkembang pada tubuh anak. Video atauun gae yang dimainkan juga emberi pengaruh pada karakter anak.
Karakter pada anak berbeda-beda, ada yang cenderung tertutup bahkan ada juga anak yang mudah sekali bercerita segala hal pada orang di sekitarnya. Peran orang tua pada usia anak ini sangat berpengaruh penting, selain untuk mengarahkan anak juga dapat menghindarkan anak dari berbagai kecerobohan yang dapat ia lakukan.
Berikut beberapa langkah yang harus dilakukan orang tua saat menghadapi anak pada usia pra remaja:

1. Penuhi Kebutuhannya

Seperti yang diketahui, bahwa kebutuhan anak menjadi sesuatu yang harus dipenuhi jika memang itu merupakan hal yang penting seperti nutrisi, pakaian, atau perlengkapan sekolah.
Namun jangan lupa agar memberi pengertian pada anak, bahwa tidak semua keinginan harus dipenuhi. Karena pada dasarnya prioritas utama yaitu memenuhi kebutuhan primer.

2. Libatkan Anak

Agar anak mengerti akan tanggung jawabnya, jangan segan untuk melibatkan anak dalam beberapa aktivitas rumah. Misalnya membersihkan rumah, membantu memasak, dan mencuci pakaian.
Pada kegiatan yang melibatkan anak dengan orang tua, dapat membuat anak menjadi lebih dekat dan juga lebih terbuka kepada orang tua.

3. Dampingi Anak Perempuan Menghadapi Masa PraRemaja

Bagi anak perempuan mungkin memiliki hal yang baru yang membutuhkan pembiasaan khusus, salah satunya yaitu mempersiapkan diri menjelang haid pertamanya. Biasanya anak perempuan akan mengalami masa haid pada usia 9 hingga 12 tahun. Jadi tidak ada salahnya jika memberi pengetahuan anak seputar haid.
Jelaskan juga cara menjaga kebersihan organ intim, agar anak tidak mengalami gangguan kesehatan. Pada usia remaja anak juga akan mengalami nyeri pada perut ketika sedang haid, sebaiknya sebagai orang tua juga menjelaskan tentang hal tersebut.

4. Pantau Teman Mainnya

Teman juga mempengaruhi tingkat emosional anak. Karakter anak juga dibentuk dari tempat ia bermain. Jadi sebaiknya para orang tua juga mengetahui siapa saja teman dekat anak saat ini.
Jika memang temannya dapat memberi dampak yang negatif, sebaiknya ajak anak untuk bicara bahwa tidak semua karakter pada teman harus ditiru.

5. Sisihkan Waktu

Bagi orang tua yang keduanya sibuk bekerja, sebaiknya sisihkan waktu beberapa jam untuk menemani anak. Bisa ketika menonton TV atau dapat juga ketika sedang menikmati teh.
Hal ini penting, karena anak akan mencari pelampiasan lain sebagai tempat bercerita jika tidak memiliki waktu dengan orang tua.
Itu tadi beberapa langkah yang harus dilakukan oleh orang tua saat menghadapi anak pada usia pra remaja. Sudah menjadi lumrah jika pada usia tersebut anak sedikit tempramen dan juga emosi. Namun peran orang tua juga penting dalam mengendalikan emosi anak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *